SENIORITAS DI ATAS NALAR

Intervensi Garis Konyol - Hasan Komarudin

Abang-abang datang membawa kitab pengalaman,
Akang-akang duduk, bersabda tentang perjuangan,
“Dahulu kami ditempa, maka patuhlah kepada barisan,”
Padahal nalar mereka telah pensiun sebelum pelantikan.

Di warung kopi, gelar senior digantung di dinding,
Nasihat diputar ulang seperti kaset yang sudah bening,
Yang muda bertanya, malah dituduh kurang asing,
Yang tua tersinggung sebab pikirannya tak lagi penting.

Maka kami belajar: semakin tua, semakin benar—
meski peta di tangan terbalik dan kompas ikut lapar,
Seekor kerbau disuruh mengajar filsafat di mimbar,
lalu ijazahnya dibacakan oleh sandal sebelah kiri di altar.

Sedihlah kami melihat akal dikubur dalam forum,
Marahlah kami ketika kebodohan diberi memorandum,
Sebab yang disebut “senior” ternyata bukanlah umur—
melainkan keberanian untuk membuat generasi berikutnya mundur.

SENIORITAS DI ATAS NALAR

Oleh: Si Paling Puitis

Baca selengkapnya di pmiiwasfalmedia.my.id