Jangan Hanya Melarang Gawai, Dampingi Generasi Z
“Jangan terlalu sering main HP.”
Kalimat tersebut mungkin sangat akrab bagi banyak anak muda.
Orang tua khawatir terhadap dampak teknologi. Guru khawatir peserta didik kehilangan fokus. Pesantren juga menghadapi tantangan dalam mengatur penggunaan perangkat digital.
Kekhawatiran tersebut tentu memiliki alasan.
Namun, apakah larangan saja cukup?
Buku Santri Generasi Z: Mengenali Identitas dan Pemikiran Remaja Muslim di Era Digital karya Hasan Komarudin menghadirkan persoalan penting mengenai hubungan generasi tua dengan Generasi Z.
Generasi tua dan generasi muda hidup dalam pengalaman teknologi yang berbeda.
Bagi sebagian orang tua, internet adalah sesuatu yang datang belakangan.
Bagi Generasi Z, internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sejak mereka tumbuh.
Perbedaan pengalaman tersebut dapat membuat keduanya berbicara dalam bahasa yang berbeda.
Ketika orang tua hanya mengatakan “jangan”, anak mungkin tidak memahami alasan di balik larangan.
Karena itu, pendidikan digital membutuhkan pendekatan yang lebih dialogis.
Bukan berarti semua penggunaan teknologi harus dibiarkan.
Tetap diperlukan batas.
Namun, batas tersebut sebaiknya disertai dengan pendidikan, pendampingan, dan kepercayaan.
Anak perlu diajak memahami mengapa suatu konten berbahaya.
Mereka perlu belajar mengapa informasi harus diperiksa.
Mereka perlu memahami konsekuensi dari unggahan yang dibuat hari ini.
Dengan begitu, ketika pengawasan orang tua tidak ada, mereka tetap memiliki kendali terhadap dirinya sendiri.
Dalam konteks santri, nilai-nilai pendidikan pesantren dapat menjadi fondasi penting untuk membangun kesadaran tersebut.
Tujuan akhirnya bukan menciptakan generasi yang takut menggunakan teknologi.
Tujuannya adalah menciptakan generasi yang mampu menggunakan teknologi tanpa kehilangan kendali.
Sebab teknologi akan terus berkembang.
Yang perlu dipersiapkan bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat baru, tetapi kemampuan manusia untuk tetap menjadi manusia di tengah perubahan teknologi.
#Hasan_Komarudin
